Kenal lebih jauh tentang bisnis mlm qnet Indonesia

Multi Level Marketing atau yang sering disebut dengan mlm memang merajalela di kalangan masyarakat. Sepertinya bisnis ini tidak ada habisnya. Selalu saja bermunculkan perusahaan yang mengusung jenis mlm. Pastinya kita sudah mengetahui apa itu bisnis mlm. Bisnis networking ini makin diminati karena banyaknya bonus yang di dapat, seperti itu yang di katakana oleh para pelaku mlm. Namun beberapa belakangan ini, bisnis mlm ini tercoreng popularitasnya yang disebabkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Karena itu, sekarang ini bisnis mlm dipandang sebelah mata oleh sebagian orang.

Mengapa demikian? Karena sistem penjualan mlm ini adalah downline, maka para penjual berlomba-lomba mencari downline sebanyak mungkin untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Semakin banyak downline yang diraih, semakin banyak pula komisi yang di dapat.

Mungkin ada yang belum mengerti sebenarnya bagaimana alur kerja bisnis mlm? Apakah menjual barang? Atau hanya mengajak orang untuk bergabung? Atau malah hanya mengajak orang untuk bayar sekian lalu tak dapat keuntungan lainnya atau istilahnya menipu?

Mari kita bahas alur kerja mlm itu sendiri. MLM atau kepanjangan dari Multi Level Marketing adalah bisnis pemasaran produk yang langsung pada konsumen serta langsung mengajak mengikut sertakan konsumen sebagai pekerja. Istilahnya adalah mengajak orang untuk sukses bersama. Dalam bisnis ini tidak hanya mengutamakan kuantitas produk yang terjual namun kuantitas orang yang di rekrut untuk bekerja sama. Karena pada dasarnya keuntungan utama dari perusahaan MLM adalah dari hasil penjualan produk bukan dari pertambahan anggota. Semakin banyak anggota bukankah semakin banyak pula produk yang terjual bukan?

Dari berhasilnya dalam perekrutan ini, distributor ini akan mendapat kompensasi. Dalam istilah bisnis mlm, distributor ini dinamakan upline, dan konsumen yang berhasil ikut dalam bisnis ini adalah downline. Maka seperti itu seterusnya hingga kebawah. Namun memang menjual produknya juga hal yang harus dilakukan, namun itu bukan hal penting yang wajib dikerjakan apabila ingin mendapatkan kompensasi yang lebih. Terpenting adalah mencari downline sebanyak mungkin.

Bisnis mlm ini sering dikenal dengan penjualan piramida, semakin besar piramida semakin besar yang didapat.

Bayangkan saja misalnya satu (upline) mendapatkan downline 5 dalam sehari, dan downline ini mendapat downline lagi, berapa yang akan didapat oleh si upline? Sangat besar bukan?

Itulah mengapa bisnis mlm ini sangat dicari oleh orang. Memang tidak mudah mendapat downline, namun kalau kita selalu mempromosikannya ke orang lain dengan upaya mendapatkan keuntungan yang besar pastinya akan berdatangan downline tersebut.

Karena dalam perekrutan, anggota harus membayar sejumlah uang untuk pendaftaran, bisnis ini sering dikatakan bisnis money game. Hal ini menjadi beberapa orang menilai buruk bisnis mlm.

Money game adalah suatu kegiatan pengumpulan uang atau kegiatan menggandakan uang yang pada praktiknya pemberian bonus atau komisi diambil dari penambahan atau perekrutan anggota baru, dan bukanlah dari penjualan produk. Kalaupun ada penjualan produk, hal itu hanyalah kamuflase.

Padahal pada kenyataannya, bisnis mlm jauh berbeda dengan bisnis money game.

Bagaimana bisa dikatakan beda? Anda harus memahami dan mengerti terlebih dahulu supaya bisa membedakan, apakah ini bisnis MLM atau bisnis money game. Bisnis MLM biasanya saat akan bergabung hanya dikenakan biaya yang relatif murah. Biaya ini hanya sebagai bentuk tanda jadi bergabungnya anggota dengan perusahaan tersebut. Sedangkan money game, biaya yang dikenakannya, cukup besar dan diiming-imingi menjual produk.

Tak hanya itu saja, kamu harus memperhatikan produk dari perusahaan itu sendiri. Sudah pasti produk MLM merupakan produk kualitas terbaik, memiliki izin depkes dan sertifikat FDA. Sedangkan produk bisnis money game adalah barang yang memang tidak layak dipasarkan dan illegal.

Darimana asal bisnis mlm ini? Kenapa bisa sampai sebesar ini?

Sebenarnya masih sering diperdebatkan darimana kah asal muasal bisnis multi-level marketing ini. Namun bila ditelisik, bisnis ini sudah ada sejak tahun 1920-an di Amerika Serikat. Waktu itu perusahaan Nutrilite (California Perfume Company) menjual produknya bernama “Avon Products” ke California Vitamin Company. Entah bagaimana hingga akhirnya bisnis seperti ini cukup popular di Amerika pada akhir 1970-an.

Di indonesia sendiri, bisnis mlm sudah ada sejak tahun 80an. Perusahaan pertama yang memilih bisnis ini adalah PT. Nusantara Sun Chorella yang terletak di kota Bandung yang sekarang terkenal dengan nama CNI. Hingga sekarang sudah banyak bermunculan perusahaan yang mengikuti jejak CNI yang mengusung bisnis MLM. Salah satunya adalah Qnet Indonesia.

Qnet adalah salah satu perusahaan berbasis MLM yang sangat terkenal di Asia. Mereka mempunyai group yang berbasis bisnis MLM salah satunya adalah Amoeba Internasional. Dalam bisnis ini, Qnet Indonesia memfokuskan untuk membantu orang untuk berkembang melalui solusi yang memberdayakan kewirausahaan dan meningkatkan gaya hidup.